April 25, 2021

Nomaden

Tangerang,

Di sini sekarang gue. 2021, satu tahun pandemi, mulai bekerja lagi di tahun 2020, mencoba hidup lebih mandiri, nomaden. Sudah 3 kali ganti tempat tinggal (kos-kosan). 30 tahun. Angka yang banyak ternyata, tapi gue malah belum merasa cukup banyak ilmu dan hidup yang diserap. Terlalu banyak penyesalan dan terlalu santai menjalani hidup sebelum usia sekarang. 'Mau jadi apa nantinya?', bahkan masih jadi pertanyaan besar di hidup gue. Gue bahkan nggak bisa decide mau jadi apa gue nantinya. Lebih tepatnya nggak punya goals sama sekali. Gue selalu bergerak dari satu ke yang lainnya berdasarkan kesempatan yang sekiranya menurut gue bisa gue jalani. Tapi gue nggak tahu 5 atau 10 tahun ke depan akan seperti apa atau menjadi apa.

Salah ya?

Kata seseorang ke gue, ada plus minusnya. Gue nggak hidup di satu titik dan memperbesarnya, tapi gue ada di satu titik lalu pindah ke titik-titik lainnya. Bisa luas juga, tapi who knows?

Kata seseorang lagi, gue harus menanyakan apa sih yang gue mau dalam hidup? Gue suka apa? Pertanyaan ini mungkin bisa menentukan gue akan jadi apa atau siapa ke depannya.

Gue bilang, "Gue suka nulis."
"Terus, kenapa lo nggak coba kerja nulis di media-media. Gue lihat, tulisan lo punya pemikiran sendiri selama ini."
"Tapi gue juga masih penasaran, mau belajar di brand seperti apa? Kayak gimana?"

Sampai akhirnya gue berhenti lagi di pekerjaan gue terakhir kemarin, advertising agency. Sebelumnya gue berniat setelah mendapatkan pekerjaan di periklanan lagi, gue mencoba untuk fokus dan stay, belajar untuk menerima, menetap, dan loyal. Keinginan itu kuat, sampai-sampai di pertengahan ada rasanya lagi ingin berhenti karena beberapa faktor. Mencoba mempertahankan lagi, bangkit lagi semangatnya untuk tetap stay. Ternyata suasana semakin membawa emosi gue, mulai mencoba lagi di tempat-tempat lain dan akhirnya ditawarkan di suatu brand F&B.

Takut?

Iya. Gue takut nggak bisa perform. Gue takut ekspektasi mereka di luar kemampuan gue. Gue takut gue nggak bisa adaptasi dengan lingkungan baru dan bekerjasama, Gue takut banyak hal yang belum terjadi buat gue besok, hari pertama gue kerja lagi, dan sekarang bukan main-main. Tuhan mengabulkan doa dan permintaan gue untuk berada di suatu brand. Apa gue mampu?

Hidup nomaden seseru itu, bisa punya pengalaman yang baru lagi. Tapi juga bisa menciptakan perasaan rindu dengan rumah. Gue mempertanyakan lagi, apa itu perlu? Di usia gue sekarang, mandiri itu perlu. Mungkin, perasaan rindu juga perlu. Sesekali berada jauh dari rumah, dari orang-orang yang gue sayang dan dekat. Biar gue bisa merasakan rindu yang sebenar-benarnya. Biar 'pulang' bisa jadi kata yang paling diinginkan.

Mungkin selagi lebih jauh lagi dari rumah, tulisan-tulisan ini ke depannya bisa jadi self healing gue.
Sampai berjumpa lagi, Jakarta.
Selamat berteman, Tangerang.
Semoga semesta mendukung dan menemani langkah kaki ini entah mau ke mana nantinya.

No comments: