October 9, 2012

In the end, love is love

Tulisan ini terinspirasi dari tumblr post idola saya Nellie Veitenheimer berjudul Same Sex Marriage, Gay Rights. Setelah ia menonton music video Macklemore, seorang rapper yang berjudul "Same Love". Saya pun tergoda untuk menontonnya juga. Macklemore memberikan suaranya lewat video tersebut kepada para gay/lesbian dan pasangan-pasangan gay/lesbian di dunia. Setelah saya cari tahu bahwa Macklemore dibesarkan dekat dengan kehidupan gay sendiri. Pamannya menikah dengan sesama jenis dan hingga sekarang saling mencintai. Apa yang dilihatnya dari hanya sedikit cerita bagian keluarganya memberikan inspirasi bagi Macklemore untuk mendukung pernikahan sesama jenis atau Marriage Equality.

Saya dan kalian yang normal pasti risih dengan segala bentuk publisitas pasangan gay/lesbian yang tidak seperti orang normal lainnya. Mereka bukan beda. Mereka tetap sama seperti kita. Bukan berarti dengan segala kerisihan dan ketidaknyamanan kita terhadap mereka kaum minoritas membuat kita melarang mereka mendapatkan hak mereka yaitu untuk bahagia apapun bentuknya itu. Semua orang berhak bahagia bukan? Lalu siapa kita jika kita melarang kebahagiaan mereka kaum gay/lesbian? Mungkin ini hanya pendapat saya tentang kaum minoritas.

Dulu saya pernah berpikir seorang yang gay/lesbian atau pasangan gay/lesbian adalah salah dan berdosa. Karena sepengetahuan saya, Tuhan menciptakan orang pasti saling berpasangan. Tapi berpasangan menurut saya disini adalah pasangan antara pria dan wanita, bukan pria dengan pria atau wanita dengan wanita (re: gay/lesbian). Tapi semakin kesini, saya menolak paham lama saya itu. Saya berpikiran pasangan tidak harus pria dengan wanita. Siapapun mereka yang berpasangan baik dengan yang berbeda usia jauh ataupun gay/lesbian mereka berhak bahagia. Saya tidak tahu apakah itu salah atau tidak, tapi saya menghargai mereka yang gay/lesbian.

Siapa yang mau menjadi seperti itu? Tidak ada yang mau, tapi itulah mereka kaum gay/lesbian. Sekarang andaikata kita di posisi mereka, apa yang akan kita lakukan? Bukan tidak mungkin kita merasa sepi dan ingin merasakan cinta. Hanya karena kita tidak sepenuhnya nyaman dengan sesuatu apapun itu, bukan berarti kita harus melawannya kan? Ya, walaupun negara kita belum dan mungkin tidak akan pernah menyetujui dan mengesahkan pernikahan sesama jenis. Pernikahan untuk beda agama juga belum disahkan. Tapi dulu sepengetahuan saya, sempat diperbolehkan pernikahan beda agama. Tapi sekarang tidak dibolehkan lagi entah kenapa. Tapi apa salahnya kita menerima mereka apa adanya

"My hope is that my personal testimony can help in some way to not only advance the dialogue and approve Referendum 74, but also to help shape a culture of belonging in which ALL people are equal."
-Mackelmore.

Kalau kalian penasaran dengan music video Macklemore yang mendukung Marriage Equality, silahkan ditonton. Sangat bagus sekali menurut saya.

In the end, love is love. And your opinion is surely justified, but this is all just something to think on.

Jadi bagaimana pendapat kalian tentang pasangan gay/lesbian atau Marriage Equality?

No comments: